Olahraga memang baik untuk kesehatan tubuh.
Namun ada baiknya juga tetap memperhatikan sinyal-sinyal yang diberikan tubuh.
Jangan terlalu memaksakan diri jika tidak ingin mengalami cedera lain.
Seperti yang dialami oleh gadis ini. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah berolahraga dengan keras di gym.
Seperti yang dilansir dri World of Buzz, siswa SMA yang bernama Xiao Lan baru saja selesai mengikuti ujian sekolah.
Ia pun berencana untuk menurunkan berat badan selama libur sekolah.
Olahraga di gym dipilih oleh gadis yang memiliki berat badan 75 kg itu.
Untuk membakar lemak untuk mencapai berat badan yang ideal ia pergi ke gym dan bersepeda selama satu jam dengan menggunakan sepeda statis.
Mungkin ini bukan latihan yang berat, hanya karena karena ia jarang berolahraga sebelumnya itu menjadi masalah.
Setelah beberapa hari rutin ngegym, betisnya terasa sangat sakit.
Air kencingnya pun menjadi hitam. Bahkan warnanya hampir mirip dengan warna kecap.
Kaget dengan apa yang dialaminya, ia pun pergi ke rumah sakit.
Setelah dilakukan pemeriksaan dokter pun kaget dengan hasil pemeriksaan.
"Pembacaan enzim otot dan myoglobin untuk orang normal di antara 100 dan 200, namun hasil pembacaan dia mencapai di atas 20.000!" kata dokter.
Menurut dokter yang memeriksa, Xiao didiagnosis menderita Rhabdomyolysis.
Ini merupakan kondisi di mana serat otot mati dan melepaskan infeksi ke aliran darah.
Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Untungnya, Xiao segera tertangani.
Dokter mengungkapkan pada kasus Xiao Lan kemungkinan hal ini tyerjadi karena latihan ketat yang dilakukannya secara mendadak.
Ototnya tidak terbiasa dan langsung melakukan latihan dengan intens.
Untuk pemula yang ingin berlatih di pusat kebugaran, ada baiknya ditemani oleh instruktur.
Jangan pernah memaksakan kemampuan diri jika sebelumnya jarang olahraga. (*)
Sumber TribunePekanbaru. com
Namun ada baiknya juga tetap memperhatikan sinyal-sinyal yang diberikan tubuh.
Jangan terlalu memaksakan diri jika tidak ingin mengalami cedera lain.
Seperti yang dialami oleh gadis ini. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah berolahraga dengan keras di gym.
Seperti yang dilansir dri World of Buzz, siswa SMA yang bernama Xiao Lan baru saja selesai mengikuti ujian sekolah.
Ia pun berencana untuk menurunkan berat badan selama libur sekolah.
Olahraga di gym dipilih oleh gadis yang memiliki berat badan 75 kg itu.
Untuk membakar lemak untuk mencapai berat badan yang ideal ia pergi ke gym dan bersepeda selama satu jam dengan menggunakan sepeda statis.
Mungkin ini bukan latihan yang berat, hanya karena karena ia jarang berolahraga sebelumnya itu menjadi masalah.
Setelah beberapa hari rutin ngegym, betisnya terasa sangat sakit.
Air kencingnya pun menjadi hitam. Bahkan warnanya hampir mirip dengan warna kecap.
Kaget dengan apa yang dialaminya, ia pun pergi ke rumah sakit.
Setelah dilakukan pemeriksaan dokter pun kaget dengan hasil pemeriksaan.
"Pembacaan enzim otot dan myoglobin untuk orang normal di antara 100 dan 200, namun hasil pembacaan dia mencapai di atas 20.000!" kata dokter.
Menurut dokter yang memeriksa, Xiao didiagnosis menderita Rhabdomyolysis.
Ini merupakan kondisi di mana serat otot mati dan melepaskan infeksi ke aliran darah.
Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Untungnya, Xiao segera tertangani.
Dokter mengungkapkan pada kasus Xiao Lan kemungkinan hal ini tyerjadi karena latihan ketat yang dilakukannya secara mendadak.
Ototnya tidak terbiasa dan langsung melakukan latihan dengan intens.
Untuk pemula yang ingin berlatih di pusat kebugaran, ada baiknya ditemani oleh instruktur.
Jangan pernah memaksakan kemampuan diri jika sebelumnya jarang olahraga. (*)
Sumber TribunePekanbaru. com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar